Fisioterapi merupakan profesi di bidang kesehatan yang kurang
mendapat porsi perhatian dari siswa dan orang tua saat menentukan
pilihan jurusan. Menempuh pendidikan resmi selama 3 tahun untuk Diploma
Fisioterapi dan 4 tahun (atau lebih) untuk gelar sarjana sains terapan
Fisioterapi. Seseorang yang lulus dari akademi/fakultas fisioterapi akan
menyandang gelar profesi Fisioterapis dan mempunyai kewenangan untuk
melakukan aktifitas atau pekerjaan di bidang Fisioterapi.
Kenapa Tuhan menciptakan Fisioterapis? Atau bahasa lainnya : Apa sih pekerjaan Fisioterapis?
Sesuai dengan KepmenKes No. 1363 tahun 2001 :
“
Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang
ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk
mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara
manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan
mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.”
Jadi kalau ada yang bilang/mengidentikkan Fisioterapi dengan tukang pijit –> IT’S TOTALLY WRONG!!!
Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga atau latihan gerak
khusus, penguluran dan bermacam-macam teknik termasuk penggunaan panas,
krioterapi (dingin), elektroterapi, hidroterapi, ultrasonografi dan
menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi
pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan-latihan fisioterapi.
Latihan Lutut Paska Operasi TKR (Total Knee Replacement) (dok. F.R. Suwarti)
Di Indonesia sendiri dikenal paling tidak lima bidang peminatan atau spesialisasi dalam ilmu fisioterapi yaitu pediatri yang berfokus pada anak-anak, ortopedi yang berhubungan dengan gangguan pada sistem muskuloskeletal (otot dan kerangka), olah raga yang berfokus individu yang aktif secara fisik, neuromuskuler yang terkait dengan gangguan pada sistema syaraf dan otot, kardiopulmunal yang terkait dengan gangguan jantung dan paru-paru, dansistem integument yang
berhubungan dengan kulit. Beberapa bidang spesialisasi lainnya juga
mulai berkembang di negara kita, seperti fisioterapi geriatri yang
mem-fokus pada gangguan gerak yang disebabkan oleh proses penuaan. Konon
adalah "Bapak Kedokteran Barat" sendiri, yaitu Hippokrates yang
memelopori terapi melalui pemijatan, latihan gerak maupun hidroterapi
untuk penyembuhan pada sekitar 460 tahun sebelum masehi. Fisioterapi
moderen sendiri dipelopori oleh Elizabeth Kenny, seorang perawat asal
Australia yang menggagas terapi dengan latihan gerak untuk melawan
penyakit polio di tahun 1910 di saat vaksin polio belum populer. Pendidikan di Indonesia Tepat 46 tahun yang lalu, 10 Juni 1968,
atas prakarsa Prof Dr R Soeharso didirikanlah Ikatan Fisioterapi
Indonesia (IKAFI) sebagai sebagai wadah profesi fisioterapi di Indonesia
yang dikemudian hari singkatannya berubah menjadi IFI. Fisioterapi di
Indonesia sendiri sudah dirintis jauh sebelum itu, yaitu sejak jaman
perang kemerdekaan. Di tahun 1945 Prof Soeharso mendirikan Rehabilitatie Centrum
(RC) di Solo, Jawa Tengah. Pendirian RC saat itu didasari pemikiran
untuk menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi terpadu di bawah satu atap
untuk menangani penderita cacat tubuh akibat perang. Dari pemikiran itu
pulalah Sekolah perawat Fisioterapi yang pertama di Indonesia berdiri
pada tahun 1964 yang di kemudian hari berubah enjadi Akademi Fisioterapi
sebagai satu kesatuan dan pendukung dari kegiatan rehabilitasi medis
terpadu.
SUMBER
http://www.kompasiana.com/jokopw/fisioterapis-profesi-medis-masa-depan_54f707aaa333110f248b465e
https://unitfisioterapi.wordpress.com/2010/04/29/hello-world/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar